Berikut penjelasan secara rinci dan rapi dari pidato yang Anda berikan, yang berisi pengantar dan penjabaran atas Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, serta penyesuaian kurikulum di Indonesia:
Pembukaan
-
Ucapan Salam dan Penghormatan
-
Pembicara membuka dengan "Bismillahirrahmanirrahim", kemudian menyampaikan salam hormat kepada:
-
Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mukhti
-
Bapak Kepala BSKP, Toni Toharudin
-
Seluruh peserta webinar
-
-
Ucapan terima kasih atas antusiasme peserta mengikuti acara ini.
-
Latar Belakang Terbitnya Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025
-
Permendikdasmen 13/2025 adalah hasil dari proses penyesuaian dan penguatan kebijakan pendidikan.
-
Meskipun terbit tiga hari setelah tahun ajaran baru dimulai, ini adalah bagian dari rangkaian kebijakan yang menunggu:
-
Standar Kompetensi Lulusan (Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025)
-
Standar Isi (Permendikdasmen No. 12 Tahun 2025)
-
-
Permendikdasmen 13/2025 merupakan perubahan atas:
-
Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang implementasi kurikulum pada:
-
PAUD
-
Pendidikan dasar
-
Pendidikan menengah
-
-
Tujuan Perubahan Kurikulum
-
Untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
-
Kurikulum disesuaikan agar membentuk peserta didik yang:
-
Beriman & bertakwa
-
Berakhlak mulia
-
Berkarakter Pancasila
-
-
Kurikulum harus responsif terhadap:
-
Perkembangan IPTEK
-
Perubahan global
-
Keragaman sosial budaya
-
Perubahan dan Penyesuaian dalam Permendikdasmen 13/2025
-
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Mendalam
-
Penambahan Mata Pelajaran Pilihan:
-
Coding
-
Kecerdasan Artifisial (AI)
-
-
Penyesuaian Kompetensi dan Muatan Pembelajaran Kokurikuler
-
Pengaturan Kegiatan Ekstrakurikuler
Catatan: Sekolah tetap dapat menggunakan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 dalam masa transisi ini.
Penjelasan Pembelajaran Mendalam
-
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) adalah pendekatan yang mengoptimalkan kompetensi murid melalui:
-
Dimensi Profil Pelajar Pancasila
-
Prinsip Pembelajaran
-
Pengalaman Belajar
-
Kerangka Pembelajaran
-
Tujuan:
-
Mewujudkan pembelajaran yang bermakna, sadar, dan menggembirakan.
Praktik:
-
Fokus pada pengalaman belajar otentik, lingkungan yang aman, dan bervariasi.
-
Didorong oleh:
-
Teknologi digital
-
Kemitraan pembelajaran (kolaboratif)
-
Asesmen dalam Pembelajaran Mendalam
-
Formatif: Memberikan umpan balik selama proses pembelajaran.
-
Sumatif: Menilai pencapaian akhir capaian pembelajaran.
-
Asesmen Otentik & Holistik: Menekankan pada asesmen yang menyeluruh dan kontekstual.
Struktur Aktivitas Pembelajaran
-
Intrakurikuler:
-
Kegiatan belajar sesuai struktur kurikulum dan jadwal.
-
-
Kokurikuler:
-
Penguatan karakter melalui projek penguatan Profil Pelajar Pancasila.
-
-
Ekstrakurikuler:
-
Mengembangkan potensi, bakat, dan minat secara leluasa.
-
-
Budaya Satuan Pendidikan:
-
Menciptakan iklim belajar yang berbasis nilai dan norma.
-
Profil Lulusan: 8 Dimensi
-
Capaian akhir pembelajaran yang mencakup:
-
Pengetahuan
-
Keterampilan
-
Karakter
-
-
Diharapkan membentuk:
-
Kepemimpinan efektif
-
Integritas
-
Profesionalisme
-
Transformasi pribadi
-
Penyesuaian Struktur Kurikulum
-
Intra dan Kokurikuler:
-
Alokasi waktu disesuaikan, tanpa mengurangi total jam pelajaran.
-
Tidak ada pengurangan jam mata pelajaran.
-
-
Ekstrakurikuler:
-
Waktu dan bentuk kegiatan ditentukan oleh satuan pendidikan di luar jam pelajaran wajib.
-
Mata Pelajaran Coding & Kecerdasan Artifisial
-
Status: Mata pelajaran pilihan
-
Jenjang:
-
Kelas 5–12 (SD/MI hingga SMA/SMK/MA/MAK)
-
Dimulai tahun ajaran 2025–2026
-
Dilaksanakan bertahap:
-
Kelas 5 (SD), Kelas 7 (SMP), Kelas 10 (SMA)
-
-
-
Di PAUD hingga kelas 4 SD:
-
Tidak masuk sebagai mata pelajaran formal
-
Namun, aktivitas kreatif boleh dikembangkan
-
Tujuan:
-
Menyongsong transformasi digital
-
Membangun kompetensi:
-
Berpikir kritis
-
Logis dan sistematis
-
Beretika dan bertanggung jawab
-
Penyesuaian Program Kokurikuler
-
Bentuk lebih fleksibel:
-
Tidak terbatas pada projek penguatan profil pelajar Pancasila
-
Bisa berbentuk:
-
Pembelajaran kolaboratif
-
Lintas disiplin ilmu
-
Bentuk lain yang sesuai kebutuhan murid
-
-
Penutup
Kementerian berharap melalui kebijakan ini:
-
Kurikulum lebih kontekstual dan adaptif
-
Pembelajaran lebih mendalam dan bermakna
-
Murid tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, kompeten, dan relevan dengan tantangan zaman
Post a Comment (0)