Berikut adalah penjelasan rinci, sistematis, dan rapi mengenai paparan Ibu Lasmi Dewi terkait Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, serta penjelasan tentang program kokurikuler, tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, delapan profil lulusan, dan berbagai aspek lainnya.
🧾 A. Penegasan: P5 Tidak Dihapus, Hanya Istilahnya Diubah
-
P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) tidak dihapus.
-
Istilah "P5" tidak digunakan lagi, kini disebut sebagai Program Kokurikuler.
-
Tujuannya tetap sama: penguatan karakter siswa.
-
Program kokurikuler masih berjalan, bahkan diperluas dan diberi fleksibilitas lebih besar.
🌟 B. Gerakan “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”
Walau tidak dijabarkan secara eksplisit dalam webinar tersebut, gerakan ini merupakan bentuk nyata dari program kokurikuler, yang bertujuan membentuk karakter siswa Indonesia yang utuh.
✳️ Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (contoh pendekatan):
-
Beribadah Tepat Waktu
-
Menumbuhkan karakter religius dan disiplin.
-
-
Berpikir Positif
-
Mendorong optimisme, toleransi, dan nalar kritis.
-
-
Berani Bertanya dan Menjawab
-
Melatih kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi.
-
-
Mandiri Menyelesaikan Tugas
-
Membangun kemandirian dan tanggung jawab pribadi.
-
-
Berperilaku Jujur
-
Penguatan nilai integritas dan etika sosial.
-
-
Menjaga Kebersihan dan Kesehatan
-
Mendorong kepedulian pada lingkungan dan diri sendiri.
-
-
Suka Membaca dan Berbagi Ilmu
-
Meningkatkan literasi dan budaya gotong royong.
-
📝 Kebiasaan-kebiasaan ini diintegrasikan dalam program kokurikuler dan kegiatan sekolah sehari-hari.
🎯 C. Perubahan Profil Lulusan: Dari 6 Dimensi Menjadi 8 Dimensi
Permendikdasmen 13/2025 menyempurnakan profil lulusan:
| No | Dimensi Profil Lulusan Baru | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Ketakwaan kepada Tuhan YME | Sama dengan profil sebelumnya |
| 2 | Kewargaan | Menggambarkan karakter kebangsaan dan tanggung jawab sosial |
| 3 | Penalaran Kritis | Kemampuan berpikir analitis dan reflektif |
| 4 | Kreativitas | Berpikir orisinal dan inovatif |
| 5 | Kolaborasi | Mampu bekerja sama dalam berbagai konteks |
| 6 | Kemandirian | Kemampuan belajar dan bertindak mandiri |
| 7 | Kesehatan ✅ (Baru) | Aspek jasmani dan mental (fisik dan psikis) |
| 8 | Komunikasi ✅ (Baru) | Kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif |
🔄 6 dimensi lama tetap dipertahankan, hanya ditambahkan dua dimensi baru agar lebih kontekstual dengan kebutuhan zaman.
🧩 D. Perbedaan Pendekatan Tema: Dulu Terpusat, Kini Kontekstual
| Aspek | Sebelumnya (P5) | Sekarang (Program Kokurikuler) |
|---|---|---|
| Penentuan Tema | Ditentukan oleh pemerintah pusat | Ditentukan oleh satuan pendidikan |
| Pendekatan | Terstandar | Kontekstual, berbasis lokal |
| Fleksibilitas | Terbatas | Sangat fleksibel, kreatif |
Catatan: Sekolah tetap boleh memakai tema lama jika sudah siap dan relevan.
🎓 E. Peran Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Penguatan Karakter
-
Ekstrakurikuler tetap diwajibkan, minimal kepramukaan atau kepanduan.
-
Tujuan:
-
Pengembangan karakter
-
Penyaluran minat dan bakat
-
Meningkatkan kerja sama, kemandirian, dan kepribadian siswa
-
-
Harus dilakukan dengan bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.
-
Satuan pendidikan dianjurkan menyediakan lebih dari satu jenis ekstrakurikuler.
💻 F. Mata Pelajaran Coding dan Kecerdasan Artifisial
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Status | Mata pelajaran pilihan, tidak wajib |
| Penerapan | Bertahap, mulai dari kelas 5–12 |
| Implementasi Awal | Bisa dimulai dari ekstrakurikuler atau kokurikuler |
| Syarat | Harus disesuaikan dengan kesiapan SDM dan sarana prasarana sekolah |
❗ Sekolah tidak diwajibkan langsung menerapkannya, terutama jika belum siap.
📚 G. Panduan-Panduan Penunjang Implementasi Kurikulum
Saat ini dalam proses finalisasi dan akan segera diterbitkan secara resmi. Terdiri dari:
-
Panduan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan
-
Panduan Pembelajaran dan Asesmen
-
Panduan Program Kokurikuler (pengganti P5)
Semua panduan ini ditujukan untuk:
-
Membantu satuan pendidikan menyesuaikan diri
-
Memastikan pemahaman yang utuh
-
Mendorong praktik pembelajaran yang kontekstual dan bermakna
💬 FAQ Singkat dari Sesi Tanya Jawab
| ❓Pertanyaan | ✅ Jawaban |
|---|---|
| Apakah P5 dihapus? | Tidak. Istilahnya saja yang diganti menjadi program kokurikuler. |
| Apakah JP kokurikuler bisa dimasukkan ke intrakurikuler? | Tidak disarankan. Komposisi jam sudah disesuaikan dan perlu dijaga. |
| Apakah coding dan AI wajib diterapkan tahun ini? | Tidak. Hanya bagi sekolah yang siap, bisa dilakukan bertahap. |
| Kapan panduan kurikulum dirilis? | Dalam waktu dekat. Masih proses finalisasi. |
🧭 Kesimpulan Umum
-
Permendikdasmen 13/2025 menegaskan transformasi bukan dengan mengganti kurikulum, tapi dengan memperdalam dan menguatkan pembelajaran.
-
Program kokurikuler menjadi instrumen penting untuk membangun karakter siswa secara kontekstual dan fleksibel.
-
Profil lulusan diperluas dari 6 menjadi 8 dimensi kompetensi, termasuk komunikasi dan kesehatan.
-
Sekolah diberi kewenangan lebih luas untuk menentukan tema dan bentuk program sesuai konteks lokal.
-
Diharapkan terjadi praktik pendidikan yang lebih memuliakan murid, holistik, dan adaptif terhadap zaman.
Post a Comment (0)