Sosialisasi Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025

 

Berikut adalah penjelasan secara rinci dan rapi dari sambutan dan materi dalam cuplikan pembukaan Webinar Sosialisasi Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025:


📌 1. Pembukaan Acara

  • Salam pembuka mencerminkan semangat inklusif dan menghargai keberagaman agama dan budaya di Indonesia:

    • “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om Swastiastu. Namo Buddhaya. Salam Kebajikan. Rahayu.”

  • Disambut oleh MC: Anisa Eva sebagai pembawa acara memperkenalkan diri dan menyapa para hadirin yang terdiri dari:

    • Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Bpk. Abdul Mukti),

    • Kepala BSKAP (Bpk. Toni Toharudin),

    • Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Ibu Lasmi Dewi),

    • Pejabat eselon I & II, perwakilan dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota,

    • Seluruh UPT Kemendikbudristek, murid, guru, tenaga kependidikan, serta pegiat pendidikan.

  • Pembukaan acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” sebagai wujud nasionalisme dan cinta tanah air.


📌 2. Sambutan Kepala BSKAP – Prof. Toni Toharudin

🔹 Tujuan Acara

  • Sosialisasi Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang kebijakan baru dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah.

🔹 Poin Penting Kebijakan dalam Permen 13 Tahun 2025

  1. Penyempurnaan Kurikulum

    • Melanjutkan dan memperkuat arah Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.

    • Kurikulum tetap menjadi dasar pengelolaan pembelajaran di satuan pendidikan.

  2. Perubahan Istilah Profil Pelajar Pancasila → Profil Lulusan

    • Bukan penghilangan nilai Pancasila, tetapi penegasan karakter & kompetensi sebagai bagian dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

    • Delapan dimensi profil lulusan disiapkan sebagai target capaian pendidikan nasional.

  3. Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

    • Fokus bukan pada hafalan, tetapi:

      • Pemahaman mendalam,

      • Keterkaitan antar konsep,

      • Aplikasi dalam konteks berbeda,

      • Refleksi makna belajar.

    • Diharapkan berdampak pada:

      • Peningkatan literasi dan numerasi,

      • Penguatan karakter siswa.

  4. Mata Pelajaran Baru: Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI)

    • Diberlakukan bertahap untuk kelas 5 SD – 12 SMA/sederajat.

    • Dimasukkan juga dalam:

      • Pendidikan khusus (mata pelajaran keterampilan),

      • Pendidikan kesetaraan (muatan keterampilan).

    • Tujuan:

      • Menjawab tantangan teknologi,

      • Mewujudkan SDM yang kritis, produktif, beretika, dan bertanggung jawab.

  5. Penguatan Kegiatan Kokurikuler dan Ekstrakurikuler

    • Kokurikuler:

      • Kolaborasi lintas mapel/disiplin,

      • Integrasi gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dan kegiatan interdisipliner lainnya.

    • Ekstrakurikuler wajib:

      • Pramuka dan kegiatan kepanduan lainnya sebagai sarana pembinaan karakter & potensi siswa.

🔹 Komitmen BSKAP

  • Menyusun panduan teknis dan manajemen mutu secara menyeluruh untuk implementasi kebijakan ini.

  • Mengajak seluruh pihak untuk memahami dan mengimplementasikan Permendikdasmen No. 13/2025 secara bersama dan terarah.


📌 3. Sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah – Bapak Abdul Mukti

🔹 Ucapan Terima Kasih dan Apresiasi

  • Kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti webinar.

  • Menekankan pentingnya memiliki pemahaman yang sama dan mendalam terhadap isi peraturan ini.

🔹 Harapan Menteri

  • Semua pemangku kepentingan pendidikan memiliki:

    • Kesiapan penuh dalam mengimplementasikan kebijakan,

    • Semangat gotong royong untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua.


📌 Kesimpulan

Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 adalah kebijakan strategis untuk:

  • Menyempurnakan dan melanjutkan kurikulum yang ada,

  • Menguatkan karakter dan kompetensi murid melalui profil lulusan,

  • Menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan teknologi (coding dan AI),

  • Menghidupkan kembali nilai-nilai karakter lewat kegiatan pramuka dan kokurikuler,

  • Menjadikan pembelajaran lebih bermakna, reflektif, dan kontekstual.

Kebijakan ini menandai komitmen bersama untuk membangun sistem pendidikan nasional yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan tantangan masa depan.

0 Komentar

Silahkan berkomentar dengan sopan. Trimakasi

Lebih baru Lebih lama