Purwakarta, Jawa Barat — Sekolah Ekologi Keuripan Pajajaran kembali menarik perhatian publik setelah kunjungan rombongan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) ke sekolah yang terletak di Kabupaten Purwakarta ini. Kunjungan tersebut menjadi ajang untuk menilik lebih dalam konsep pendidikan yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, kearifan lokal, dan penguatan karakter peserta didik.
Sekolah yang berdiri sejak tahun 2004 ini diinisiasi oleh Kang Dedi Mulyadi dengan visi besar: menjadikan pendidikan sebagai ruang yang menyatu dengan alam dan budaya. Dengan konsep “Sekolah Berbasis Ekologi dan Kebudayaan”, Keuripan Pajajaran menawarkan sistem belajar yang berbeda dari sekolah konvensional.
Dalam sambutannya, pihak sekolah menjelaskan bahwa aktivitas pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, melainkan juga langsung terjun ke alam. Salah satu contohnya adalah kegiatan belajar matematika melalui penghitungan volume air lindi atau keterlibatan siswa dalam mengelola sawah tanpa bahan kimia. Selain itu, mereka juga diajarkan membuat pupuk organik sendiri dan menjalani pembelajaran mindfulness sebagai bagian dari pelajaran ekologi.
Sekolah ini juga memiliki pendekatan kurikulum yang unik. Setiap hari dalam seminggu memiliki tema khusus yang bertujuan memperkuat karakter dan wawasan siswa:
-
Senin: Nasionalisme melalui tema “Ajeg Nusantara”
-
Selasa: Wawasan global, disebut “Mapag Buana”
-
Rabu: Kearifan lokal Sunda
-
Kamis: Estetika sosial, termasuk program pengumpulan dan distribusi beras untuk masyarakat sekitar
-
Jumat: “Jumat Nyucikan Diri” — pembelajaran spiritual sesuai keyakinan masing-masing siswa
-
Sabtu-Minggu: Libur dan diarahkan sebagai waktu bersama keluarga dengan prinsip “Betah di Imah”
Sekolah ini dirancang dengan arsitektur terbuka, meminimalkan batas antara ruang belajar dan lingkungan sekitar. Hal ini memperkuat filosofi bahwa belajar dapat dan seharusnya dilakukan di mana saja, tidak terbatas pada dinding-dinding kelas.
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan dari Kementerian PPPA menyampaikan apresiasi dan kekaguman terhadap pendekatan pendidikan yang dijalankan. “Anak-anak di sini belajar bukan hanya teori, tapi praktik menjalani kehidupan. Mereka diajarkan memanfaatkan dan memelihara alam sebagai sumber kehidupan,” ujar salah satu pejabat kementerian.
Lebih lanjut, sekolah ini juga menjadi tempat pengembangan nilai-nilai toleransi. Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyediakan guru agama untuk semua keyakinan yang dianut siswa, dari Islam, Kristen Protestan, hingga Buddha. Hal ini sejalan dengan misi sekolah dalam membentuk karakter anak-anak yang berakhlak dan berjiwa sosial tinggi.
Kehadiran Sekolah Ekologi Keuripan Pajajaran menjadi bukti bahwa pendidikan holistik yang menanamkan cinta lingkungan, pelestarian budaya, dan toleransi antarumat beragama dapat berjalan selaras. Diharapkan, model pendidikan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia.
Sumber : Tim Dari Kementrian PPPA ,BPIP dan Beberapa NGO Kunjungi Sekolah di Purwakarta
Post a Comment (0)