MBS Memberikan Kewenangan Strategis kepada Sekolah
Prinsip utama Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yaitu memberikan kewenangan strategis kepada sekolah untuk mengelola dirinya sendiri sesuai kebutuhan dan kondisi yang dimiliki.
Pada sistem yang terlalu terpusat, banyak keputusan ditentukan oleh pihak di luar sekolah. Namun dalam MBS, sekolah diberikan ruang untuk mengambil keputusan yang paling sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan lingkungan sekolah.
Dalam gambar terlihat tiga fungsi utama sekolah dalam MBS:
1. Merencanakan
Pengertian
Sekolah memiliki kewenangan untuk menyusun perencanaan pengembangan sekolah berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi.
Perencanaan dilakukan dengan memperhatikan:
- Kebutuhan peserta didik.
- Kualitas pembelajaran.
- Kondisi guru dan tenaga kependidikan.
- Sarana dan prasarana.
- Hasil evaluasi sekolah.
Bentuk Perencanaan
Sekolah menyusun:
- Visi dan misi sekolah.
- RKJM (Rencana Kerja Jangka Menengah).
- RKT (Rencana Kerja Tahunan).
- RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah).
Contoh
Jika hasil analisis menunjukkan kemampuan literasi siswa masih rendah, maka sekolah dapat merencanakan:
- Program Gerakan Literasi Sekolah.
- Pojok baca kelas.
- Pelatihan guru literasi.
Tujuan
Agar program yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan sekolah dan bukan sekadar rutinitas.
2. Mengelola
Pengertian
Setelah perencanaan dibuat, sekolah memiliki kewenangan untuk melaksanakan dan mengelola seluruh sumber daya yang dimiliki.
Yang Dikelola Sekolah
Sumber Daya Manusia
- Guru
- Tenaga kependidikan
- Peserta didik
Keuangan
- Dana BOS
- Bantuan pemerintah
- Sumber dana lain yang sah
Sarana dan Prasarana
- Ruang kelas
- Perpustakaan
- Laboratorium
- Peralatan pembelajaran
Contoh
Sekolah dapat memutuskan untuk:
- Mengalokasikan dana untuk pengadaan buku.
- Menyelenggarakan pelatihan guru.
- Mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler.
Tujuan
Agar seluruh sumber daya dimanfaatkan secara efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
3. Mengevaluasi
Pengertian
Evaluasi adalah proses menilai apakah program yang telah direncanakan dan dilaksanakan berhasil mencapai tujuan.
Yang Dievaluasi
- Hasil belajar siswa.
- Kinerja guru.
- Pelaksanaan program sekolah.
- Penggunaan anggaran.
- Capaian target RKJM dan RKAS.
Contoh
Sekolah mengevaluasi:
- Apakah program literasi meningkatkan kemampuan membaca siswa?
- Apakah pelatihan guru berdampak pada kualitas pembelajaran?
- Apakah penggunaan dana sudah sesuai perencanaan?
Tujuan
- Mengetahui keberhasilan program.
- Menemukan kekurangan.
- Menentukan perbaikan untuk tahun berikutnya.
Hubungan Ketiga Fungsi
Ketiga kewenangan tersebut membentuk satu siklus yang terus berulang:
Artinya, sekolah tidak berhenti setelah membuat program, tetapi terus melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi.
Contoh Penerapan di SMP Terbuka dan Satap
Merencanakan
Sekolah menemukan banyak siswa terlambat karena jarak rumah yang jauh.
Mengelola
Sekolah mengatur jadwal belajar yang lebih fleksibel sesuai kondisi peserta didik.
Mengevaluasi
Sekolah melihat apakah kehadiran siswa meningkat setelah jadwal diubah.
Jika berhasil, program dilanjutkan. Jika belum berhasil, sekolah mencari strategi lain.
Analogi Sederhana
MBS dapat diibaratkan seperti seorang petani mengelola kebunnya.
- Merencanakan = menentukan tanaman apa yang akan ditanam.
- Mengelola = menanam, menyiram, dan merawat tanaman.
- Mengevaluasi = melihat hasil panen dan memperbaiki cara bertani.
Jika ketiga langkah dilakukan dengan baik, hasil panen akan maksimal. Begitu juga sekolah, jika mampu merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi dengan baik, maka mutu pendidikan akan meningkat.
MBS memberikan kewenangan strategis kepada sekolah untuk:
- Merencanakan program berdasarkan kebutuhan sekolah.
- Mengelola sumber daya secara mandiri dan bertanggung jawab.
- Mengevaluasi hasil program untuk perbaikan berkelanjutan.
Kewenangan ini memungkinkan sekolah menjadi lebih mandiri, responsif terhadap kebutuhan peserta didik, serta lebih efektif dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Post a Comment (0)