Contoh Analisis Lengkap Rapor Pendidikan 2025

 Berdasarkan data Rapor Pendidikan Tahun 2025.


1. Ringkasan Eksekutif

Secara umum menunjukkan kinerja sangat baik pada capaian hasil belajar (literasi dan numerasi) dan berada pada peringkat atas baik di tingkat kota maupun nasional

Kekuatan Utama Sekolah

✅ Literasi mencapai 100% kompetensi minimum. 

✅ Numerasi mencapai 100% kompetensi minimum dan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. 

✅ Karakter peserta didik meningkat pada seluruh dimensi. 

✅ Partisipasi warga sekolah sangat baik. 

✅ Sarana prasarana sekolah sangat baik. 

✅ Iklim kebinekaan dan inklusivitas berada pada kategori baik. 


2. Analisis Dimensi Hasil Belajar

A. Literasi

Capaian 2025

  • Skor Literasi: 100%
  • Tahun 2024: 92,59%
  • Kenaikan: +7,41% 

Temuan Positif

78,95% siswa berada pada kategori di atas kompetensi minimum.

Tidak ada lagi siswa yang berada:

  • di bawah kompetensi minimum
  • jauh di bawah kompetensi minimum.

Analisis

Sekolah telah berhasil membangun budaya membaca dan kemampuan memahami teks secara mendalam.

Subindikator terbaik:

IndikatorSkor
Mengakses informasi (L1)93,56
Membaca sastra92,06
Literasi keseluruhan90,04

Area Penguatan

Masih perlu meningkatkan:

  • Evaluasi dan refleksi teks (L3): 86,12
  • Interpretasi isi teks (L2): 86,18 

B. Numerasi

Capaian 2025

  • Skor Numerasi: 100%
  • Tahun 2024: 96,30%
  • Kenaikan: +3,70% 

Prestasi Sangat Menonjol

100% siswa berada pada kategori:

Di atas kompetensi minimum. 

Ini merupakan capaian luar biasa karena tidak ada siswa pada kategori minimum maupun di bawah minimum.

Subindikator Terbaik

IndikatorSkor
Bilangan87,97
Geometri86,59
Menerapkan (L2)84,54

Subindikator Perlu Ditingkatkan

IndikatorSkor
Data & Ketidakpastian73,71
Aljabar78,84
Menalar (L3)78,35

Analisis

Area statistika, peluang, analisis data, dan penalaran matematis menjadi fokus peningkatan berikutnya.


3. Analisis Karakter Peserta Didik

Skor Karakter

2025 = 61,58

2024 = 55,50

Kenaikan = +6,08

Subindikator Karakter

DimensiSkor
Beriman dan Berakhlak63,59
Nalar Kritis62,01
Kebinekaan Global62,23
Kemandirian59,66
Gotong Royong59,63
Kreativitas58,36

Analisis

Karakter peserta didik berkembang positif.

Namun dimensi yang masih relatif rendah:

  1. Kreativitas
  2. Gotong Royong
  3. Kemandirian

Perlu diperkuat melalui:

  • Project Based Learning
  • P5
  • kegiatan kepemimpinan siswa
  • kewirausahaan sekolah

4. Analisis Kualitas Pembelajaran

Skor

62,95 (Baik)

Naik dari 60,00. 

Komponen

KomponenSkor
Manajemen Kelas63,37
Dukungan Psikologis63,59
Metode Pembelajaran61,87

Analisis

Guru sudah menerapkan pembelajaran berkualitas.

Namun:

  • Metode pembelajaran masih perlu lebih interaktif.
  • Pembelajaran diferensiasi perlu diperkuat.
  • Aktivitas HOTS perlu lebih banyak.

5. Analisis Guru dan Kepemimpinan

Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran Guru

Skor: 67,13 (Baik)

Naik 3,81 poin. 

Kekuatan

Refleksi praktik mengajar: 74,83 

Artinya guru sudah terbiasa melakukan evaluasi pembelajaran.


Kepemimpinan Instruksional

Skor

61,44

Turun dari 63,85. 

Faktor Penurunan

KomponenSkor
Pengelolaan Kurikulum62,04
Dukungan Refleksi Guru56,88

Analisis

Ini merupakan area prioritas PBD karena berpengaruh langsung terhadap:

  • keamanan sekolah
  • kualitas pembelajaran
  • karakter
  • literasi dan numerasi

6. Analisis Iklim Keamanan Sekolah

Skor

70,68 (Baik)

Turun dari 75,00. 

Temuan Kritis

Pemahaman Guru tentang Kekerasan Seksual

Skor: 45,07

Turun drastis dari 70. 

Pengalaman Perundungan

2024 = 100%

2025 = 76,92%

Turun 23,08%. 

Pengalaman Hukuman Fisik

2024 = 100%

2025 = 91,67% 

Analisis

Ini adalah masalah paling kritis dalam rapor pendidikan sekolah.

Walaupun kategori umum masih "Baik", terdapat indikasi:

  • meningkatnya pengalaman perundungan
  • pemahaman guru tentang kekerasan seksual menurun
  • pemahaman tentang hukuman fisik menurun

Karena itu Kemendikdasmen menjadikan area ini sebagai Prioritas Utama Perbaikan (PBD 2026)


7. Analisis Iklim Kesetaraan Gender

Skor

58,03

Kategori: Kurang

Turun dari 75. 

Komponen

IndikatorSkor
Pemahaman Gender56,63
Perilaku Gender58,79

Analisis

Ini merupakan salah satu indikator yang mengalami penurunan paling tajam.

Perlu:

  • sosialisasi kesetaraan gender
  • pembelajaran inklusif
  • kebijakan sekolah yang nondiskriminatif

8. Analisis Kebinekaan dan Inklusivitas

Iklim Kebinekaan

Skor: 71,79 (Baik) 

Kekuatan

Toleransi dan kesetaraan peserta didik: 72,28 

Iklim Inklusivitas

Skor: 74,11

Naik sangat tinggi dari 57. 

Kekuatan

Sikap terhadap disabilitas: 75,45 

Sekolah sangat berhasil membangun budaya inklusif.


9. Analisis Sumber Daya dan Anggaran

Pemanfaatan Sumber Daya

Skor: 27,25

Kategori: Kurang 

Temuan

Belanja peningkatan mutu guru:

2,55%

Masih rendah. 

Analisis

Sekolah memiliki hasil belajar sangat baik, namun investasi untuk peningkatan kompetensi guru masih rendah.

Ke depan perlu peningkatan:

  • pelatihan guru
  • MGMP
  • komunitas belajar
  • coaching dan mentoring.

10. Prioritas Utama Perbaikan Tahun 2026

PRIORITAS 1

Iklim Keamanan Sekolah

Fokus:

  • Pencegahan perundungan
  • Pencegahan kekerasan seksual
  • Pencegahan hukuman fisik
  • Program Roots
  • Disiplin Positif

PRIORITAS 2

Kepemimpinan Instruksional

Fokus:

  • Supervisi akademik
  • Refleksi guru
  • Pengelolaan kurikulum
  • Coaching guru

PRIORITAS 3

Kualitas Pembelajaran

Fokus:

  • Pembelajaran interaktif
  • Diferensiasi
  • HOTS
  • Project Based Learning

PRIORITAS 4

Kesetaraan Gender

Fokus:

  • Sosialisasi gender
  • Penguatan budaya inklusi
  • Pencegahan diskriminasi

PRIORITAS 5

Pengembangan Karakter

Fokus:

  • Kreativitas
  • Gotong Royong
  • Kemandirian


Sekolah merupakan sekolah dengan performa akademik sangat tinggi, terbukti dari capaian Literasi 100% dan Numerasi 100%, serta berada pada kelompok peringkat atas tingkat kota maupun nasional

Namun terdapat beberapa isu strategis yang perlu menjadi fokus RKT dan RKAS 2026:

  1. Iklim keamanan sekolah (perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual).
  2. Penurunan iklim kesetaraan gender.
  3. Penguatan kepemimpinan instruksional.
  4. Peningkatan kualitas pembelajaran inovatif.
  5. Peningkatan investasi pengembangan profesional guru.

Jika ditangani dengan baik, sekolah berpotensi menjadi sekolah rujukan dengan performa unggul tidak hanya pada akademik, tetapi juga pada keamanan, karakter, dan budaya sekolah yang sehat.


Area yang Perlu Diperbaiki dan Contoh Kegiatan Perbaikan 

 

1. Iklim Keamanan Sekolah 

Permasalahan 

A. Pemahaman dan Sikap Guru tentang Kekerasan Seksual 

  • Skor 45,07 (terendah dalam rapor sekolah). 

  • Turun drastis dari 70 pada tahun sebelumnya. 

B. Pengalaman Perundungan Peserta Didik 

  • Turun dari kondisi aman 100% menjadi 76,92%. 

C. Pengalaman Hukuman Fisik 

  • Turun dari 100% menjadi 91,67%. 

Contoh Kegiatan Perbaikan 

Jangka Pendek 

  • Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Perundungan kepada seluruh warga sekolah. 

  • Penyusunan SOP Penanganan Perundungan dan Kekerasan Seksual. 

  • Deklarasi Sekolah Ramah Anak. 

Jangka Menengah 

  • Pelatihan Guru tentang:  

  • Disiplin Positif 

  • Pencegahan Kekerasan Seksual 

  • Restorative Discipline 

  • Pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). 

Jangka Panjang 

  • Program Agen Perubahan Siswa. 

  • Program ROOTS Anti Perundungan. 

  • Survei keamanan sekolah setiap semester. 

 

2. Kepemimpinan Instruksional 

Permasalahan 

Pengelolaan Kurikulum 

Skor 62,04. 

Dukungan untuk Refleksi Guru 

Skor 56,88. 

Pengalaman Pelatihan PTK 

Skor 0 (sangat rendah). 

Contoh Kegiatan Perbaikan 

Kepala Sekolah 

  • Supervisi akademik terjadwal. 

  • Coaching individu guru. 

  • Lesson Study. 

Guru 

  • Komunitas Belajar Guru setiap bulan. 

  • Peer Teaching. 

  • Refleksi pembelajaran rutin. 

Penguatan Kompetensi 

  • Pelatihan Kurikulum Merdeka. 

  • Pelatihan Deep Learning. 

  • Pelatihan Pembelajaran Diferensiasi. 

 

3. Kualitas Pembelajaran 

Permasalahan 

Metode Pembelajaran 

Skor 61,87. 

Manajemen Kelas 

Turun menjadi 63,37. 

Contoh Kegiatan Perbaikan 

Pembelajaran 

  • Penerapan Project Based Learning. 

  • Pembelajaran berbasis masalah (PBL). 

  • Pembelajaran berbasis STEM. 

Pengembangan Guru 

  • Workshop Active Learning. 

  • Pelatihan HOTS. 

  • Pelatihan asesmen formatif. 

Monitoring 

  • Observasi kelas berkala. 

  • Klinik pembelajaran. 

  • Refleksi pembelajaran mingguan. 

 

4. Iklim Kesetaraan Gender 

Permasalahan 

Iklim Kesetaraan Gender 

  • Skor 58,03 (Kurang). 

  • Turun dari 75. 

Pemahaman Gender 

Skor 56,63. 

Perilaku Gender 

Skor 58,79. 

Contoh Kegiatan Perbaikan 

  • Seminar Kesetaraan Gender. 

  • Kampanye Anti Diskriminasi. 

  • Integrasi materi kesetaraan dalam pembelajaran. 

  • Penyusunan kebijakan sekolah inklusif. 

  • Pelatihan guru tentang pendidikan inklusif dan gender. 

 

5. Penguatan Karakter Peserta Didik 

Permasalahan 

Dimensi karakter yang masih rendah: 

Dimensi 

Skor 

Kreativitas 

58,36 

Gotong Royong 

59,63 

Kemandirian 

59,66 

Contoh Kegiatan Perbaikan 

Kreativitas 

  • Festival karya siswa. 

  • Pameran inovasi. 

  • Lomba penelitian sederhana. 

Gotong Royong 

  • Program bakti sosial. 

  • Kerja bakti kelas. 

  • Proyek kolaboratif lintas kelas. 

Kemandirian 

  • Student Leadership Program. 

  • Kegiatan kewirausahaan siswa. 

  • Program pengelolaan proyek mandiri. 

 

6. Numerasi 

Permasalahan 

Walaupun numerasi sudah 100%, terdapat indikator yang paling rendah: 

Domain Data dan Ketidakpastian 

Skor 73,71. 

Aljabar 

Skor 78,84. 

Contoh Kegiatan Perbaikan 

  • Kelas pengayaan statistika. 

  • Projek pengolahan data sederhana. 

  • Numerasi lintas mata pelajaran. 

  • Lomba olimpiade matematika internal. 

  • Analisis data menggunakan Excel/Spreadsheet. 

 

7. Pengelolaan Anggaran untuk Mutu 

Permasalahan 

Pemanfaatan Sumber Daya untuk Mutu 

Skor 27,25 (Kurang). 

Belanja Peningkatan Kompetensi Guru 

Hanya 2,55%. 

Contoh Kegiatan Perbaikan 

  • Mengalokasikan BOS untuk pelatihan guru. 

  • Mengikutsertakan guru dalam MGMP. 

  • Workshop internal sekolah. 

  • Pengadaan bahan ajar berbasis digital. 

  • Pengembangan perpustakaan dan literasi. 

 

Prioritas RKT 2026 yang Direkomendasikan 

Prioritas 1 

Peningkatan Iklim Keamanan Sekolah 

  • Program ROOTS 

  • Pelatihan TPPK 

  • Disiplin Positif 

Prioritas 2 

Peningkatan Kepemimpinan Instruksional 

  • Supervisi Akademik 

  • Coaching Guru 

  • Komunitas Belajar 

Prioritas 3 

Peningkatan Kualitas Pembelajaran 

  • PBL 

  • HOTS 

  • Diferensiasi 

Prioritas 4 

Penguatan Karakter 

  • Kreativitas 

  • Gotong Royong 

  • Kemandirian 

Prioritas 5 

Kesetaraan Gender dan Budaya Inklusif 

  • Sosialisasi 

  • Pelatihan guru 

  • Kebijakan sekolah inklusif 

Prioritas 6 

Peningkatan Kompetensi Guru 

  • Pelatihan Kurikulum 

  • Deep Learning 

  • Numerasi dan Literasi 

Dengan kondisi saat ini, fokus terbesar sekolah sebaiknya diarahkan pada iklim keamanan sekolah, kepemimpinan instruksional, dan peningkatan kompetensi guru, karena ketiga aspek tersebut menjadi akar masalah yang paling banyak muncul dalam rekomendasi PBD Kemendikdasmen. 

 

0 Komentar

Silahkan berkomentar dengan sopan. Trimakasi

Lebih baru Lebih lama